ISTANA BIDADARI

Thursday

Aman dan Nyaman Pakai Mobil Matic

jilbaber - Mobil matic adalah merupakan mobil bertranmisi otomatis. Kemudahan dan kenyaman merupakan alasan dari pabrikan mengeluarkan varian mobil ini, karena pengendara hanya memakai dua pedal, yaitu rem dan gas.

Meskipun mobil mudah dan cepat untuk bisa mengendarai mobil jenis ini tapi kita tidak bisa meremehkan faktor keamanan.

Sebelum menyetir Bidadaris wajib mengetahui tulisan yang ada pada tuas persneling. Ini sangat penting karena menyangkut pengendalian kendaraan. Yang harus Bidadaris pahami adalah posisi tuas dalam enam fungsi, yakni P, R, N, D, 2, dan L.

Mode P ( parkir )
Digunakan saat kendaraan berhenti, parkir dan menghidupkan mesin. Pastikan pada saat memakai P mobil harus benar-benar berhenti. Kerusakan pada transmisi akan terjadi jika kita menggunakannya saat mobil masih bergerak.

Mode R ( reverse )
Posisi tuas persneling R mengartikan bahwa mobil siap untuk mundur. Pastikan pada saat memakai R mobil harus berhenti. Lampu indikator mundur akan menyala jika tuas berada di posisi R,.

Mode N (netral)
Kemudian arti posisi tuas persneling N adalah mobil dalam kondisi netral. Digunakan pada saat menghidupkan mesin atau saat berhenti di lampu merah. Disarankan pada saat posisi N gunakan juga rem untuk menhindari mobil bergerak karena gaya gravitasi, sehingga berpotensi bergerak karena kemiringan jalan.


Mode D ( drive )
Posisi tuas persneling R artinya menjalankan kendaraan, Persneling akan berpindah secara otomatis sampai posisi tertinggi sesuai kecepatan putaran mesin.

Mode 2 ( gigi persneling rendah )
Bila kendaraan melalui jalanan menurun atau tanjakan, sebaiknya pindahkan tuas ke posisi 2 atau gigi persneling rendah. Pada posisi ini laju kendaraan akan ditahan oleh engine brake sehingga pengemudi tidak perlu sering menginjak rem.

Perpindahan persneling secara otomatis hanya terjadi pada gigi satu dan gigi dua. Karena itu jangan melaju dengan kecepatan melebihi 80 km/jam.

Mode L ( low )
Tuas persneling L atau low bisa dipakai saat kendaraan mengarungi turunan curam atau tanjakan terjal, misalnya jalanan pegunungan atau menyusuri tanjakan dan turunan gedung parkir Jakarta yang rata-rata curam.

Pada posisi ini jangan memacu kendaraan melebihi kecepatan 40 km/jam untuk mesin diesel dan 60 km/jam bagi mobil berbahan bakar bensin. Alasannya, posisi L berarti transmisi bekerja pada posisi gigi satu saja. Selamat berkendara!
| hijab serang |