ISTANA BIDADARI

Sunday

Kecantikan Istri Tanggung Jawab Suami (part 2)

No comments :
Mah.. buatkan kopi.. padahal istri lagi nyuci di belakang
Mah.. siapkan baju kerja.. padahal istri lagi masak di dapur
Mah.. pijitin papa.. padahal istri lagi nyuapin si bungsu
Mah.. setrikain baju.. padahal istri lagi nyuci

Istri lagi mau maskeran.. papah manggil.. Mah tu anaknya rewel minta nenen
Istri lagi mau luluran.. papah manggil.. Mah itu jemurannya kering diangkat
Istri minta uang tambahan buat ke salon.. papah bilang.. Uang cukup buat makan aja syukur kok aneh2 mau ke salon

Eh.. pas istrinya yang dulu waktu pacaran cantik dan bening karena dirawat sama orang tuanya kini semakin tak terawat lantaran lbh fokus urus suami dan anak. Si suami bilang mah kok gembrot amat sekarang? Mah kok kusem amat? Tapi cuma bisa nyela tanpa kasih solusi. Sedihnya lagi kalau tahu-tahu si suami malah genit lirik wanita lain. Sakitnya tuh disni.. ;(

Kulit bersih kalau tak terawat jadi kusam itu wajar karena penumpukan sel kulit mati
Kulit bersisik karena tak terawat itu wajar karena kurang terjaga kelembabanya
Wajah muncul Flek dan jerawat itu wajar kalau tidak dirawat
Rambut rontok lepek dan bau itu wajar kalau tak dirawat
Badan gemuk itu wajar sehabis melahirkan dan makin susah turun karena faktor hormonal dan apalagi KB

Tapi semua perawtan itu butuh biaya dan kenyataannya banyak wanita yang tidak mengindahkan perawatan untuk dirinya sendiri lantaran lebih mengutamakan kepentingan keluarganya. Bagaimana mau perawatan jika gaji suami aja pas untuk makan atau bahkan kurang? Gimana mau perawatan kalau pekerjaan rumah tangga dirumah se abreg dan dikerjakan istri seorang diri?

Begitu nrimonya seorang istri tak memperdulikan dirinya sendiri karena baktinya pada suami sehingga sangat tidak adil kiranya jika suami menuntut supaya istri tetep tampil cantik, langsing seperti saat dulu pertama kali pacaran atau ketemu.

Begitu nrimonya seorang istri harus memutar otak seribu kali supaya gaji dari suami cukup utk makan dan keperluan sebulan. Tentu tidak adil jika suami masih memotong jatah istri untuk beli Rokok.

Begitu nrimonya seorang istri harus berkutat dengan cucian, setrikaan, dapur, merawat anak, mengajari anak, melayani suami. Tentu tidak adil jika suami tidak membantu dan merasa jika gaji yang diberikannya tiap bulan sudah cukup untuk menggantikan perannya sebagai seoang suami / ayah.

Kecantikan istri tanggung jawab suami? cantik memang tak harus dengan perawatan yang mahal. Cantik memang tak harus ke salon. Tapi setidaknya peran suami menjadi Imam keluarga benar-benar dijalankan, peran suami yang tak canggung membantu pekerjaan istri dirumah, peran suami yang bisa memuliakan dan membahagiakan istrinya akan membuat aura kecantikan terus terpancar dan tingkat stress istri makin menurun yang akhirnya dapat mencegah penuaan dini bagi para istri.

Salam
dr. Wahyu Triasmara

No comments :

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.