Showing posts with label narkoba. Show all posts
Thursday
Faktor Lingkungan Picu Kecanduan Narkoba
Selain faktor pada diri kita, adanya faktor lingkungan sekita tempat tinggal dan sekitarnya juga sedikit banyak sebagai pemicu generasi muda kita untuk menyalah gunakan narkoba. Yuk langsung saja kita simak 13 faktor lingkungan yang bisa menyebabkan seseorang terjerumus penyalahgunaan obat terlarang
- Keluarga bermasalah atau broken home.
- Ayah, ibu atau keduanya atau saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan pengedar gelap nrkoba.
- Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba.
- Mempunyai banyak waktu luang, putus sekolah atau menganggur.
- Sering berkunjung ke tempat hiburan (café, diskotik, karoeke, tempat prostistusi , dll).
- Lingkungan keluarga yang kurang / tidak harmonis.
- Orang tua yang otoriter,.
- Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya.
- Orang tua/keluarga yang permisif, tidak acuh, serba boleh, kurang/tanpa pengawasan.
- Orang tua/keluarga yang super sibuk mencari uang/di luar rumah.
- Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk, orang tidak dikenal secara pribadi, tidak ada hubungan primer, ketidakacuan, hilangnya pengawasan sosial dari masyarakat,kemacetan lalu lintas, kekumuhan, pelayanan public yang buruk, dan tingginya tingkat kriminalitas.
- Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan ketidakpastian.
- Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran.
KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
Faktor Diri Pada Pecandu Narkoba
terlarang - Miris jika mendengar banyak pelajar SMA, Mahasiswa bahkan SMP tertangkap karena penggunaan obat terlarang. Bukan hanya pelajar putra saja bahkan ada pelajar putrinya juga, sungguh sayangkan jika masa depannya hancur hanya karena obat. Seperti kita ketahui bahwa penyalah gunaan narkoba merupakan larangan agama serta pemerintah, karena bukan hanya bisa merusak kesehatan namun juga akan membuat masa depan yang kelam bagi pengguna yang telah kecanduan. Oleh karena itu, yuk kita simak 16 faktor diri kita yang mendorong untuk menyalah gunakan narkotika.
- Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
- Keinginan untuk bersenang-senang.
- Keinginan untuk mencoba-coba kerena penasaran.
- Keinginan untuk dapat diterima dalam satu kelompok (komunitas) atau lingkungan tertentu.
- Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.
- Workaholic agar terus beraktivitas maka menggunakan stimulant (perangsang).
- Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar.
- Kecanduan merokok dan minuman keras. Dua hal ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba.
- Menderita kecemasan dan kegetiran.
- Karena ingin menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya.
- Merasa tidak dapat perhatian, tidak diterima atau tidak disayangi, dalam lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan.
- Upaya untuk menurunkan berat badan atau kegemukan dengan menggunakan obat penghilang rasa lapar yang berlebihan.
- Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
- Pengertian yang salah bahwa mencoba narkoba sekali-kali tidak akan menimbulkan masalah.
- Ketidaktahuan tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
- Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan narkoba.
SAY NO TO DRUGS- jilbaber -
Sunday
Orang yang Kita Sayangi Pecandu Narkoba
cewek - Terjerumus dalam lubang hitam, jika itu ditanyakan kepada semua orang sebagian besar pastilah akan menjawab tidak menginginkan hal itu terjadi pada diri kita, keluarga, saudara kita. Dan apa lagi kita terjerumus dalam ketergantungan / kecanduan narkoba. Nah apakah yang harus kita lakukan jika terjadi pada orang yang kita sayangi menjadi seorang pecandu ? yuk kita simak apa saja yang harus kita lakukan tips / kiat dibawah ini..
- Jangan berpura-pura tidak ada masalah, jangan panik dan tetaplah tenang. Amarah dan sikap emosional tidak akan menolong, melainkan justru akan mengganggu dialog yang pada saat itu sangat penting.
- Hindari menimpahkan seluruh kesalahan pada anak atau menimpahkan kesalahan pada istri/suami. Ini hanya akan memperburuk suasana di dalam keluarga dan tidak menolong mengatasi masalah.
- Bila anda tidak mampu mengendalikan diri, pertimbangkan untuk mencari pihak ketiga untuk memperoleh nasehat atau penyuluhan yang dapat diterima oleh dua pihak.
- ·Bicaralah dengan mereka secara terbuka, dengarkanlah apa yang mereka utarakan, hormatilah pendapat mereka. Pada waktu anda bertukar pikiran tentang narkoba dengan anak Anda, cobalah mengetahui apa sebabnya ia memakai narkoba dan seberapa sering ia memakai.
- Tingkatkan komunikasi keluarga secara terbuka (timbal balik). Hindari pemberian nasehat dengan cara berkhotbah.
- Ketahuilah apa yang diperbuat anak Anda; siapa saja temannya, ke mana saja ia pergi, dan apa saja yang ia lakukan untuk mengisi waktu luangnya.
- Bersikaplah tegas menjalankan disiplin keluarga yang disepakati bersama.
- Bimbinglah anak Anda untuk memperoleh pemantapan nilai-nilai moral, agama, dan kerohanian lainya.
- Sediakanlah waktu agar dapat bersama dengan mereka walaupun Anda sendiri sedang sibuk. Bantulah anak Anda menemukan kemungkinan lain untuk mencari kegembiraan fisik, rekreasi, emosi dan spiritual.
- Janganlah merasa bersalah ataupun malu, bila anak Anda memakai narkoba. Walaupun kasih sayang orang tua terhadap anak cukup serta orang tua telah memberi teladan yang baik, tetapi masih ada kemungkinan seseorang anak akan menyalahgunakan Narkoba. Tekanan kelompok sebaya sering cukup kuat untuk mengalahkan pengaruh-pengaruh yang baik bagi orang tua.
- Apabila anak Anda sudah ketergantungan Narkoba, Anda perlu rujuk ke tempat pengobatan dan rehabilitasi.
- Bila Anda tahu bahwa temen anak Anda memakai Narkoba dan Anda bermaksud menolongnya, mulailah dengan mengunjungi orang tua anak tersebut pada wakru yang tepat. Pada waktu pertemuan dengan orang tua, hindarkanlah sikap menuduh, mengolok-olok atau menyalahkan. Ingat bahwa pertemuan dengan orang tua menpunyai maksud untuk bekerja sama dan saling bertukar pikiran dan pengalaman.
JAUHI NARKOBA, PERUSAK MASA DEPAN KITA
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


