Showing posts with label Arumanis. Show all posts
Monday
Gadis Manis Penjual Aromanis
hijab motifasi - Laras, begitu nama panggilannya. Perempuan kelahiran tahun 2000 berparas cantik ini, Rabu (19/9) tampak tidak cangung atau malu menjajakan manisan (sejenis aromanis) di SPBU Slogohimo.
Ditemui wartawan infowonogiri.com, dengan ramah dan sopan, ia menceritakan bahwa manisan yang dijajakan adalah hasil karya ibunya. Gadis berjilbab berusia 14 tahun, ini beralamat di Desa Ngendak Kecamatan Purwantoro.
Laras adalah anak pertama dari lima bersaudara pasangan Topik Hidayat dan Rismawati. Adiknya ke dua bernama Latu (10th), ke tiga Nalam, ke empat Garsel (3th), dan ke lima Rahmat (1th).
“Ibu saya kerjanya membikin manisan. Ayahnya beternak ikan,” tuturnya. Laras menceritakan, ia tidak bisa bersekolah. Sebab, buku raportnya berada di Sumatera. Karena itu ia sehari-hari memilih bekerja menjajakan manisan dari satu tempat ke tempat lain.
Biasanya Laras ditemani adiknya, Latu. Laras, lebih sering memilih tempat berjualan di Pom Bensin Pokoh Wonogiri, Ngadirojo dan Slogohimo. Dalam sehari, Laras bisa menjual hampir 40an lebih manisan. Perbungkus dijual Rp.2000- Rp.2500,-
Dalam sehari, mulai pukul 13.00 – 15.00 Wib, Laras bisa membawa pulang uang Rp.70 ribu hingga Rp 90 ribu. Uang hasil penjualan disetorkan kepada ibunya. Laras mengaku lebih dari setahun menjalani profesi sebagai pedagang aromanis.
“Saya semata mata hanya ingin membantu orang tua. Kenapa harus malu, kalo malu gak bisa makan,” tutur Laras sambil tersenyum meninggalkan wartawan infowonogiri.com menuju ke mobil yang sedang mengantri membeli BBM
Thursday
Arumanis Makanan Ringan Tradisional
Arumanis makanan ringan nan manis dan gurih yang telah ada sejak dulu ini hingga kini masih bertahan dan digemari beragam usia, mungkin juga termasuk Bidadaris gemar akan jajanan ini. arumanis biasanya banyak hadir di event tertentu termasuk pada saat pasar malam.
arumanis adalah panganan yang dibuat dari bahan dasar terigu dan gula yang diberi perwarna. Penganan tradisional ini terbukti masih digemari warga, karena rasanya yang khas dengan rasa manis alami gula.
Proses pembuatan penganan tradisional ini cukup rumit,
Pertama, gula pasir yang dicampur minyak sayur dipanasi sampai mengumpal. Setelah diberi sedikit perwarna merah, gula pasir yang telah dipanasi ini dicampur dengan adonan terigu yang kemudian dibentuk memanjang diatas meja beralaskan seng.
Gumpalan adonan tepung terigu dan gula inilah yang kemudian ditarik-tarik sampai berbentuk serabut. Proses inilah yang paling sulit karena membutuhkan keahlian khusus dan tenaga ekstra, agar serabut arumanis yang dihasilkan semakin banyak.
Setelah berbentuk serabut menyerupai benang, arumanis dipotong-potong. Biasanya penganan ini dijual dalam kemasan plastik.
Meski kebanyakan pengemar arumanis adalah anak-anak dan remaja, namun tak sedikit orang dewasa yang menyukainya.
arumanis tradisional lebih nikmat dan gurih daripada arumanis yang dijual di pabrik-pabrik sebab terbuat dari gula asli.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)

