Showing posts with label Manca. Show all posts

Wednesday

Wanita Berjilbab Pilot Pesawat Tempur

No comments :

Dijaman sekarang peran seorang perempuan sudah makin banyak yang setara dengan kaum pria, salah satunya adalah profesi dikemiliteran terutama sebagai pilot pesawat tempur peran yang dulunya hanya diperankan oleh kaum adam. Namun sekarang profesi tersebut juga diperankan oleh kaum hawa.

Di Negara Pakistan dalam jajaran angkatan udaranya memiliki seorang pilot wanita yang berjilbab, pilot yang berusia 26 tahun ini bernama Ayesha Farooq yang merupakan salah satu pilot perempuan pertama yang siap tempur dan bertugas di Angkatan Udara Pakistan. Ayesha bertugas menerbangkan jet tempur F-7PG  buatan Cina yang berbasis di pangkalan udara Mushaf di Sargodha, Pakistan.


republika.co id

Kapok Mengumbar Tubuh

No comments :
jilbab selebriti - Seorang model seksi Carley Watts (24) menemukan cintanya dengan penyelamat perenang Tunisia Mohammed Salah (25). Usai menikah, kebiasaanya yang suka memamerkan tubuhnya akan berubah. Ia hanya akan memperlihatkan tubuhnya ke sang suami.

"Setelah kami menikah, tubuh saya hanya untuk dilihatnya," kata model cantik itu yang akan memilih mengenakan busana muslim dan jilbab usai masuk agama Islam seperti dikutip Dailymail, Selasa (20/8/201).

Carley yang single parent, biasanya menghabiskan hari-harinya berpose dengan mengenakan pakaian dalam. Tapi, itu semua telah berubah. Model dari Dearham, Norfolk, bertemu dengan salah satu perenang selama liburan di Tunisia pada April 2013. Ia mengatakan sangat serius sehingga pindah agama usai menikah.

Sejak Oktober, Carley dan putrinya Alannah (2) akan tinggal dengan keluarganya di Monastir, di mana ia akan belajar selama 6 bulan tentang agama dan berencana menikah.

Carley mengatakan kepada TheSun teman-temannya berpikir ia gila. Tapi ia mengaku Mohammed Salah telah membuatnya benar-benar melihat hidupnya.

"Saya tak ingin menjadi liar, memperlihatkan payudara dan menghabiskan malam di klub," kata Carley.

"Sebagai model, saya memamerkan payudara saya, berdandan dengan pakaian seksi dan umumnya bertindak keterlaluan. Mohammed hanya berfokus pada kehidupan keluarga," katanya lagi.

Meskipun Mohammed Salah tahu apa yang dilakukan Carley, model seksi itu mengatakan keluarga Mohammed Salah tak akan diberitahu apa pekerjaannya. Ia menjelaskan, fakta bahwa Carley seorang ibu tunggal saja sudah membuat keluarga Mohammed Salah kaget.

"Dia menjelaskan bahwa dia mencintai saya dan menginginkan saya menjadi istrinya dan mereka telah mengatakannya. Dia menerima apa yang saya lakukan dan tak mencoba mengubah saya. Namun dia mengatakan, begitu kita menikah, tubuh saya hanya untuk dilihatnya," kata Carley.

Di Tunisia memang hampir tak terdengar ada ibu tunggal. Selain itu, seks di luar nikah juga bisa dihukum.

"Inilah nilai yang saya sukai dari budaya mereka. Wanita diperlakukan dengan hormat dan mereka juga menghargai diri mereka sendiri serta tubuh mereka. Mereka tidak melakukan seks satu malam atau teman kencan kasual. Ketika saya dengan Mohammed, saya begitu puas, tenang, dan bahagia. Saya tahu dia baik, dia pria keluarga untuk saya".
Liputan6.com

Sunday

Mesir Perbolehkan Presenter Berjilbab Tampil di TV

No comments :

Kabar berita bagus bagi Bidadaris di Mesir bahwa untuk kali pertama dalam siaran acara TV di Mesir setelah beberapa dekade dilarang mengenakan jilbab dalam penyiaran di Mesir, Sabtu 1 September 2012, terlihat penyiar-penyiar yang berjilbab di channel Nile News dan Channel Mesir dalam pembawa berita dan presenter talkshow.

Setelah tejadi reformasi di Mesir sekarang televisi Mesir menyetujui tampilnya penyiar wanita dengan mengenakan jilbab di layar televisinya, diantara mereka adalah presenter Narmein Al-Baithar di Channel Al-Ula, Fatimah Nabil, Sarah Al-Syinawi dan penyiar lain yang berada di Channel Nile News. Keputusan dibolehkannya penyiar berjilbab berlaku pada hari Sabtu kemarin.


 

Miss Universe Australia Berjilbab dan Menyelami Kehidupan Islam?

No comments :

Ini bukan keputusan yang mudah bagi setiap orang untuk menempatkan dirinya pada posisi seseorang yang berlainan agama dan keyakinan yang sama sekali berbeda.
Banyak orang lebih suka berada pada posisi 'zona kenyamanan' (comfort zone) nya masing-masing, yang pada gilirannya akan menumbuhkan perasaan pasif mereka terhadap "orang lain" di sekitarnya.
Tetapi, selalu ada pengecualian!
Salah seorang diantara mereka yang mencoba keluar dari 'comfort zone' adalah Rachael Finch. Rachael merupakan seorang Top Supermodel Australia, bintang televisi, sekaligus mantan Miss Universe Australia.
Ia meluangkan waktu dengan menghabiskan satu hari penuh dengan mencoba mengenakan pakaian jilbab muslimah menutup aurat. Tak hanya itu, ia juga mencoba menyelami kehidupan umat Islam di Australia selama satu hari penuh untuk lebih mengenal secara dekat orang-orang muslim secara langsung.
Untuk mematahkan belenggu stereotip, Rachael memakai jilbab dan memulai langkah eksperimen sosial ekstrem dari 'biasanya' dimana ia berinteraksi dengan komunitas Muslim.

Rachael mencoba masuk mengikuti jejak langkah Rebecca Kay, seorang Muslimah Australia yang taat dan seorang ibu beranak empat. Rebecca lahir di Australia dan menjadi Muslim sekitar delapan tahun yang lalu. Sebelumnya, Rebecca adalah seorang peselancar wanita Wollongong.
"Sebelum saya menjadi seorang Muslim, saya merupakan seorang pembenci Islam. Saya dulu biasa mendengarkan radio dan saling berkomentar, dan memiliki sikap yang sama seperti kebanyakan pembenci Islam lainnya. Saya dulu suka berkata kepada orang-orang 'jika kalian (orang muslim_red) tidak senang di sini, maka silakan kalian kembali ke tempat asal kalian', "kata Kay seperti dilaporkan Muslimvillage.com.

Mengomentari eksperimen ekstremnya, Rachael mengatakan, "Senang rasanya saya bisa masuk dan mengikuti jejak posisi Rebecca, dan menyaksikan dengan sendiri bahwa stereotip terhadap perempuan muslim Australia (yang kerap digemborkan media_red) tidak terlalu benar," katanya.
"Ini merupakan keberhasilan -untuk melihat multikulturalisme adalah tentang melihat akhir dari hari, kita semua warga Australia tidak peduli apa warna kulit kita, atau apa yang kita yakini, atau apa latar belakang kita- kita semua sama." urainya.

"Mereka cerdas, mereka pintar, mereka mandiri, mereka ingin karir dan mereka menginginkan sebuah keluarga, dan bagi saya itu semua memberdayakan," pungkasnya.

Rebecca berharap bahwa sesuatu yang baik bisa datang dari pengalaman Rachael, dan hal itu diharapkan dapat mendorong orang untuk lebih berpikiran terbuka.
muslimdaily.net
Saksikan laporan berita kisah Rachael Finch: