Showing posts with label sosok jilbab. Show all posts
Sunday
Nurmala - Lurah Cantik Berjilbab
karir - Nurmala Abdul Hamid Rahmola gadis jilbaber lajang berusia 22 tahum yang merupakan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri ini menjadi bahan perbincangan para netizer jejaring sosial tweeter dan facebook. Bagaiman tidak, gadis berwajah cantik serta masih berusia belia ini menjabatan sebagai kepala kelurahan.
Gadis hijaber ini, dilantik sebagai Lurah Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada 22 Desember 2014. Sebelum menjabat lurah, laman daring De Gorontalo menyebut Nurmala memulai kariernya pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gorontalo serta Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Gorontalo.
- awek tudung -
Wednesday
Yona Customer Service Bank Syariah Mandiri Solo
lajang - Yona Mayasari nama lengkapnya, gadis jilbab berparas cantik asal Wonogiri, Jawa Tengah ini bekerja sebagai customer service ( CS ) di Bank Syariah Mandiri Surakarta. Menurutnya banyak banyak orang yang mempunyai impian untuk bisa bekerja di bank, karena selain income yang lumayan jenjang karir juga jelas.
Yona nama pangilannya, yang juga masih berstatus sebagai mahasiswa di AUB Jurusan Akuntansi S-1 ini sebelumna sempat bekerja di salah satu provider di Surakarta.
Bagi Yona pekerjaan yang sedang ia geluti sekarang ini merasa tidak asing lagi karena pengalamannya lumayan banyak saat bekerja di provider. Tugas utama CS adalah melayani dan menjadi pusat informasi nasabah.
“Saya juga berusaha memenuhi kebutuhan nasabah berkaitan dengan program BSM. Program diantaranya pembuatan rekening baru, M Banking, dan pelayanan yang lainnya,” ujar Yona , wanita yang suka nonton film action ini.
Yona menuturkan bahwa walaupun begitu, bekerja di bank harus lebih sopan, kalem, serta murah senyum saat melayani nasabah. kaena, nasabah kebanyakan orang tua. Sedangkan di provider lebih ke anak muda, dan melayani komplain-komplain.
Pengalamannya selama menjadi CS di BSM adalah saat melayani nasabah yang ingin mengetahui pin atmnya yang lupa.
“Saya sering mengalami dilema. Terutama kalau harus mengawal ibu-ibu ke mesin atm yang letaknya lumayan jauh. Aku harus melihat langsung ke mesin ATM untuk mengetahui pin sang ibu yang terlupa. Disisi lain, tidak boleh mengetahui pin seseorang nasabah,” ujar Yona.
Intinya menjadi CS adalah dapat menjadi teman nasabah yang baik. Artinya, nasabah harus paham terhadap semua program bank.
Menurut Yona, CS harus dapat menjawab dan memberikan solusi kepada nasabah sehingga nasabah merasa kebutuhannya terpenuhi.
- hijaber solo -
Monday
Citra Lady Bikers Bejilbab Yamaha V-Ixion Cikarang
motor mania - Gadis tomboy berjilbab asal kota Cikarang, Bekasi, Jawa Barat bernama lengkap Citra Ayu Lestari ini merupakan salah satu lady bikers Yamaha V-Ixion Club Indonesia Chapter Cikarang (YVCI-CK) selain itu gadis yang berparas cantik ini juga gemar olah raga tarung derajat guna membekali. Dalam komunitas tersebut, Citra yang merupakan panggilan akrabnya menjabat sebagai sekretaris dua.
Citra yang merupakan alumnus Universitas Mercubuana, Yogyakarta, Fakultas Psikologi ini sejak tahun 2005 ini pernah beberapa kali single touring, sebelum bergabung dengan YVCI-CK ia pernah juga menjadi anggota Vega Motor Club Jogja, Supra Mania Ngayogyakarto (Sumanto), Black Motor Community (BMC) Bekasi
Bagi Citra sendiri, Ia suka menunggangi motor laki V-Ixion menurutnya selain mencari sesuatu yang baru, juga terkesan lebih gagah. Walaupu begitu Ia tidak meninggalkan gaya feminime nya sebagai wanita hal itu bisa kita lihat saat Citra ke kantor tetap berpakaian rok dengan sepatu high heel
Citra yang kini juga aktif di Forum Alumni Ikamasi (FAI), mulai aktif menjajaki kegiatan safety riding di RSA dan coba aktif di Komunitas Dongeng Ceria serta LSM Lumaku Fondation ini berharap para lady bikers lebih utamakan safety.
Soal touring, mantan penyiar radio ini punya pengalaman seru. Di antaranya, saat single touring ke Lampung di tengah malam, dia terjatuh dalam posisi truk kontainer yang sedang berjalan berada di depan dan belakangnya. Alhamdulillah Ia selamat dari kejadian itu selain itu Ia juga pernah tersesat di daerah Ciwatu, Indramayu, tengah malam. Sampai nangis-nangis saat itu, karena kuatir begal.
- hijaber -
Wednesday
Widya Ningrum dari Seksi menjadi Feminim
kisah kita - Widya nama panggilannya, wanita yang penuh talenta, berbagai aktifitas pernah Ia geluti diantaranya mulai dari Master of Ceremonies (MC) dan penyiar serta terpilih menjadi Brand Ambassador Kopi Original Luwak di PT Coffindo.
Gadis manis berambut gelombang yang dulunya sering dipertontonkan kepada semua orang yang kini telah Ia tutup dengan balutan kain jilbab. Sebelum mengenakan hijab, cewek cantik yang bernama lengkap Widya Ningrum ini sering mengikuti style rambut yang cerah dan tampil seperti model tampil seksi dalam penampilannya.
Dara manis asal Kota Medan, Sumatera Utara ini kini dalam berbusananya Ia lebih menghindari pakaian yang menampakan keseksian lekuk tubuh namun lebih condong memilih gaya penampilan yang feminim.
Perubahan gaya dalam penampilan Widya, Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi- Internasional Bisnis Management Indonesia (STIE-IBMI) Medan ini merasa lebih nyaman pakai hijab dibanding gayanya yang dulu mengumbar aurat.
Widya sendiri mengakui bahwa apa yang dipilihnya sekarang ini dalam bepenampilan dengan hijab tidak ada pengaruh dari siapa pun untuk pakai jilbab namun timbul keinginan sendiri. Dengan berjilbab Widya merasa lebih percaya diri serta kelihatan lebih anggun, feminim, bahkan lebih cantik dibandingkan dulu saat menjadi seorang brand ambassador, jadi tuntutan kerja harus berpakaian wanita karir, tapi bawaannya terkesan kelihatan trlalu sexy. ( awek tudung )
Friday
Raeni Mahasiswi UNNES Diantar Ayah Naik Becak Saat Wisuda
smart jilbaber - Ribuan pasang mata serentak mengarah pada Raeni, Selasa 10 Juni 2014. Wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini tiba ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Bukan mobil mewah atau kendaraan bermotor lainnya.
Dia diantar oleh ayahnya, Mugiyono, menggunakan becak. Iya, dia dibawa menggunakan becak. Ayah Raeni memang bekerja sebagai tukang becak yang setiap hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal.
Mugiyono jadi penarik becak setelah berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis. Sebagai tukang becak, penghasilnnya jelas tidak menentu. Sekira Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga, dia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.
Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Wanita berparas ayu itu kerap memperoleh beasiswa Bidikmisi dengan indeks prestasi 4. Sempurna.
Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus dan ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Tekadnya bagai baja. Raeni akan meraih masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarga.
"Saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Inginnya ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi," kata gadis yang cita-citanya menjadi guru seperti dikutip dari laman Universitas Negeri Semarang.
Cita-cita Raeni menjadi guru didukung Mugiyono. Ia mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai keinginannya.
"Sebagai orangtua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun (dari pabrik kayu lapis) agar mendapatkan pesangon," kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu.
Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman mengatakan, apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu agar bisa berkuliah dan berprestasi.
"Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni mampu menunjukkan prestasinya. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni," katanya.
Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. "Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini," katanya.
Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 per tahun. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun. (VIVAnews)
Monday
Feranika Gadis Cantik yang Pemaaf
Gadis cantik hijaber kelahiran Tanjungpinang 28 Juli 1995 memiliki karakter yang tidak mau membesar-besarkan masalah. Dari sebagian besar dari kita, bereaksi bereaksi marah-marah bahkan terkadang berlebihan ketika ditabrak, namun hal itu berbeda dengan Feranika. Ia malah mengasihani sang penabrak.
“Kejadiannya ketika itu Feranika bersama teman-temannya berjalan kaki sambil bercanda sehabis pulang dari sekolah. Tiba-tiba saja entah kenapa, sebuah vespa yang sedang membawa banyak telur dan sayuran memepetku, dan Feranika pun tertabrak,” cerita siswi yang pernah bersekolah di SMAN 1 Tanjungpinang ini.
Meski bagian tubuhnya sedikit sakit akibat tabrakan. Anak bungsu dari dua saudara ini mengaku kasihan kepada seorang bapak yang mengendarai vespa itu.
“Jadi kasihan sama bapaknya, gara-gara tabrakan itu kendaraannya terjatuh. Barang bawaannya pun jadi pecah dan hancur. Meski sakit karena tabrakan itu, tapi aku tidak mempermasalahkannya,” ujar penyayang kucing ini.
Remaja yang akrab dipanggil dengan nama Fera ini menyadari, bahwa akan ada saja suatu keadaan di mana seseorang tidak bisa mengendalikan apa yang sedang terjadi.
“Itulah kekurangan-kekurangan seorang manusia. Dan untuk diriku sendiri, aku pun selalu berusaha untuk menerima berbagai kekurangan yang ada padaku. Namun bukan lantas karena kekurangan yang ada pada kita itu membuat kita cepat putus asa. Meski aku bisa menerima kekuranganku, tapi aku bukan termasuk orang yang mudah putus asa,” kata gadis penggemar es krim ini dengan bijak.
Feranika pun membuktikan, bahwa di tengah-tengah kekurangan yang ada padanya, ia mampu menjadikan dirinya sebagai seorang siswi yang berprestasi. Banyak prestasi yang berhasil ia raih, di antaranya menjadi juara dua nilai UN tertinggi di Kepri tingkat SMP. Bahkan untuk saat ini, gadis yang phobi terhadap anjing dan bunglon ini terpilih sebagai salah satu siswa yang mengikuti program JENESYS, program pertukaran pelajar se-ASEAN.
“Senang, dan pasti seru. Aku bersyukur dapat ikut program itu, dan besok (hari ini), aku sudah berada di Jepang,” ucapnya sambil tersipu malu.
“Kejadiannya ketika itu Feranika bersama teman-temannya berjalan kaki sambil bercanda sehabis pulang dari sekolah. Tiba-tiba saja entah kenapa, sebuah vespa yang sedang membawa banyak telur dan sayuran memepetku, dan Feranika pun tertabrak,” cerita siswi yang pernah bersekolah di SMAN 1 Tanjungpinang ini.
Meski bagian tubuhnya sedikit sakit akibat tabrakan. Anak bungsu dari dua saudara ini mengaku kasihan kepada seorang bapak yang mengendarai vespa itu.
“Jadi kasihan sama bapaknya, gara-gara tabrakan itu kendaraannya terjatuh. Barang bawaannya pun jadi pecah dan hancur. Meski sakit karena tabrakan itu, tapi aku tidak mempermasalahkannya,” ujar penyayang kucing ini.
Remaja yang akrab dipanggil dengan nama Fera ini menyadari, bahwa akan ada saja suatu keadaan di mana seseorang tidak bisa mengendalikan apa yang sedang terjadi.
“Itulah kekurangan-kekurangan seorang manusia. Dan untuk diriku sendiri, aku pun selalu berusaha untuk menerima berbagai kekurangan yang ada padaku. Namun bukan lantas karena kekurangan yang ada pada kita itu membuat kita cepat putus asa. Meski aku bisa menerima kekuranganku, tapi aku bukan termasuk orang yang mudah putus asa,” kata gadis penggemar es krim ini dengan bijak.
Feranika pun membuktikan, bahwa di tengah-tengah kekurangan yang ada padanya, ia mampu menjadikan dirinya sebagai seorang siswi yang berprestasi. Banyak prestasi yang berhasil ia raih, di antaranya menjadi juara dua nilai UN tertinggi di Kepri tingkat SMP. Bahkan untuk saat ini, gadis yang phobi terhadap anjing dan bunglon ini terpilih sebagai salah satu siswa yang mengikuti program JENESYS, program pertukaran pelajar se-ASEAN.
“Senang, dan pasti seru. Aku bersyukur dapat ikut program itu, dan besok (hari ini), aku sudah berada di Jepang,” ucapnya sambil tersipu malu.
Elfira Mahasiswi UI Pebisnis Inovatif
Wanita cantik berhijab bernama lengkap Hafiza Elfira ini adalah seorang Mahasiswi Universitas Indonesia yang kini berusia 23 tahun.
Wanita muda ini boleh dibilang penuh dengan inovasi cerdas dalam berbisnis, bagimana tidak, dia mampu memberdayakan ibu-ibu penderita kusta di Sitanala di bawah naungan Nalacity Foundation. Bisa dikatakan pengusaha wanita muda ini adalah seorang Socialpreneur. Yaitu Entrepreneur yang memiliki dampak positif dalam bidang sosial.
Hafiza sukses membekali ibu-ibu penderita kusta dengan ilmu menjahit manik-manik pada jilbab. Tak dinyanan, ternyata hasil karya jilbab manik-manik para ibu-ibu penderita kusta itu mempunyai nilai jual yang tinggi dan laris di pasaran. Walhasil, Hafiza bersama Nalacity Foundation mampu meraup omzet ratusan juta per bulannnya dari penjualan jilbab manik-manik.
Thursday
Instruktur Pilates Wanita Berjilbab
hijab - Lisa Namuri dikenal sebagai private instructor para sosialita dan selebriti. Instruktur yang sudah fully certified di STOTT Pilates ini mendapatkan tempat di hati para klien karena kemampuannya menganalisa kebutuhan setiap klien yang berbeda-beda dan memberikan gerakan-gerakan olah tubuh yang sesuai. Kemampuan komunikasi interpersonal yang dimilikinya membuat para klien nyaman berlatih, sehingga setiap sesi bersama Lisa menjadi saat yang dinanti.
Pengalaman:
- Instruktur pilates profesional (2009 – sekarang)
- Presenter, Anchor Trans TV (2005-2009)
- Manager Operasional Pakaian Muslimah Masyitha (2003-2004)
- Lulusan Jurusan Geofisika dan Meteorologi ITB
- ActivCore and Neurac Norwegia 2010
- STOTT Pilates Canada 2007
- Aerobic Fitness American Association 2004
- Fitness Institute Australia 2003
- Reebok University Jakarta 2002
- Persani 2000
- Asiafi (Asosiasi Instruktur Senam dan Fitness Indonesia) 2000
lisanamuri.com
yoga
Pengabdian Dokter Bertha untuk Korban Erupsi Gunung Kelud
cerita hijaber - Setiap kejadian bencana alam pastilah berdampak kerusakan pada daerah jangkauan bencana tersebut hal tersebut tentu akan meninbulkan arus pengungsian oleh masyarakat di daerah bencana tersebut. Hal tersebut terjadi ketika bencana erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada bulan kemarin. Dan tentu saja bencana tersebut menimbulkan korban yang tidak sedikit.
Terdorong oleh semangat membantu sesama, apalagi mendapatkan tugas dari kantor tempat bekerja, menjadikan dokter Bertha Cahyapuri, dokter muda cantik berjilbab asal Surabaya ini datang ke lereng Kelud untuk membantu warga yang terkena dampak letusan Kelud. Meski rasa takut menghampiri, namun demi kemanusiaan dan profesi, akhirnya rasa takut itu dikesampingkan.
Seperti yang dilansir merdeka.com, Bertha menceritakan, sehari dia bisa sampai menangani pasien lebih dari 100 orang. Bahkan hari sebelumnya ada sekitar 160-an pasien yang ditangani oleh rekannya yang lain. Semua pasien adalah warga lereng Gunung Kelud yang menderita berbagai penyakit.
"Sehari kurang lebih 100 pasien, kemarin 160 pasien. Total sampai saat ini 522 pasien," ungkap Bertha.
Lembaga tempat dia bekerja, yakni Rumah Sehat Baznas-PGN Al Chusnaini telah berada di lereng Kelud sejak Sabtu (15/2), atau sehari setelah Gunung Kelud erupsi.
Para pengungsi letusan Gunung Kelud menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu rata-rata menderita penyakit flu, pilek, dan sesak napas akibat menghirup abu vulkanik Gunung Kelud.
Dia menambahkan, menangani ratusan pasien saban hari hanya ditangani satu dokter saja, didampingi dua perawat, satu apoteker dan seorang driver. "Tiap hari timnya ganti," kata Bertha.
Bagi Bertha, menolong pasien yang sedang kena musibah bencana alam, selain memang diutus oleh kantornya, juga bisa jadi pengalaman hidup. Tiada kebahagiaan yang hakiki kecuali bisa meringankan beban sesama.
Terdorong oleh semangat membantu sesama, apalagi mendapatkan tugas dari kantor tempat bekerja, menjadikan dokter Bertha Cahyapuri, dokter muda cantik berjilbab asal Surabaya ini datang ke lereng Kelud untuk membantu warga yang terkena dampak letusan Kelud. Meski rasa takut menghampiri, namun demi kemanusiaan dan profesi, akhirnya rasa takut itu dikesampingkan.
Seperti yang dilansir merdeka.com, Bertha menceritakan, sehari dia bisa sampai menangani pasien lebih dari 100 orang. Bahkan hari sebelumnya ada sekitar 160-an pasien yang ditangani oleh rekannya yang lain. Semua pasien adalah warga lereng Gunung Kelud yang menderita berbagai penyakit.
"Sehari kurang lebih 100 pasien, kemarin 160 pasien. Total sampai saat ini 522 pasien," ungkap Bertha.
Lembaga tempat dia bekerja, yakni Rumah Sehat Baznas-PGN Al Chusnaini telah berada di lereng Kelud sejak Sabtu (15/2), atau sehari setelah Gunung Kelud erupsi.
Para pengungsi letusan Gunung Kelud menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu rata-rata menderita penyakit flu, pilek, dan sesak napas akibat menghirup abu vulkanik Gunung Kelud.
Dia menambahkan, menangani ratusan pasien saban hari hanya ditangani satu dokter saja, didampingi dua perawat, satu apoteker dan seorang driver. "Tiap hari timnya ganti," kata Bertha.
Bagi Bertha, menolong pasien yang sedang kena musibah bencana alam, selain memang diutus oleh kantornya, juga bisa jadi pengalaman hidup. Tiada kebahagiaan yang hakiki kecuali bisa meringankan beban sesama.
Sunday
Dara Aceh Tetap Berprestasi Tanpa Melepas Jilbab
talenta hijab - Della, gadis aceh berparas cantik asal aceh yang merupakan alumni Unsyiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris ini remaja yang telah malang melintang di dunia panggung perlombaan mulai tarian dan fashion show ia jajaki.
Pada tahun 2011, Della mengikuti Putri Citra Nasional dan menjadi juara terfavorit yang baginya merupakan hal baru baru serta pengalaman yang berharga baginya. Mengapa tidak, selama bergelut di dunia model, baru di ajang Putri Citra ia ditawarkan untuk melepaskan jilbab demi menjadi yang terbaik.
Pada awalnya Della tidak begitu tertarik dengan adanya pemilihan Putri Citra itu, Della hanya ikut berpartisipasi dalam lomba TOP Model Busana Fantasi di Lhokseumawe.
Pada ajang tersebut Della meraih Juara I lantas secara otomatis Della akan diikutsertakan dalam pemilihan Putri Citra Indonesia di Bandung. Ketika mengetahui persyaratannya Della sempat ingin mengurungkan niatnya, sebab bila ingin menjadi yang terbaik tidak boleh pakai jilbab.
Karena sudah didaftarkan, Della tidak terlalu berharap menjadi juara I. Saya tidak ingin mengumbar aurat, Putri Citra tidak memakai jilbab,ujar dara penyuka makanan gulai pliek itu.
Namun diluar dugaannya, Della dinyatakan oleh juri sebagai juara 1. Della nyaris tidak bisa tidur semalam memikirkan apakah ia harus mundur atau maju untuk mengikuti kelanjutan ke tingkat nasional. Akhirnya Della mencari solusi dan menghubungi panitia untuk mengizinkannya menggunakan jilbab dalam pemilihan putri citra di Bandung nanti.
“Alhamdulillah, saya diizinkan dan Della berangkat dengan rombongan pada November lalu,” kenang peraih juara II pidato dan III Lomba Kaligrafi tingkat kecamatan tersebut.
Sampai di Bandung, “Saya melihat finalis putri citra dari provinsi lain tidak ada yang memakai jilbab, tok cuma Della” ungkap anggota LDK Al-Mudarris FKIP Unsyiah
Della mengatakan, setelah melihat kenyataan itu, ia merasa minder tapi keluarganya selalu memberika motivasi dan kekuatan. Dengan rasa percaya diri, Della menunjukkan kemampuannya di depan para juri dengan menjawab pertanyaan seputar pendidikan, busana, kewanitaan, kepariwisataan dan berbahasa Inggris dengan lancar.
Della jadi termotivasi untuk meningkatkan derajat wanita Aceh dan menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa wanita Aceh punya potensi. “Berjilbab bukan menjadi masalah buat Della untuk berkarir di tingkat Nasional, tetapi malah menjadi semangat buat Della untuk tetap menjaga aurat dan syariat Islam dimanapun”, kata peraih rangking pertama di SMAN 1 Dewantara dengan semangat.
“Aceh itu sangat istimewa dengan kekayaan pariwisata alam, budaya, lagu, tarian, bahasa juga Wisata meseum tsunami, semoga mereka tertarik berkunjung ke Aceh” sambung dara yang menamatkan sekolah menengah pertama di SMPN 7 Jambi.
Ketika malam puncak pemilihan Putri Citra Indonesia, Della memakai busana Aceh dengan atasan kebaya dan songket Aceh Tenggara. Malam itu, Della sangat deg degan karena itu adalah pengalaman besar baginya untuk ikut ajang besar seperti itu.
“Masih berasa mimpi. Ketika itu saya gugup dan ingin melarikan diri (saking gugupnya) tetapi ketika saya lihat mama sedang duduk di barisan penonton menanti putri kesayangannya di atas panggung, semangat saya bangkit lagi,” ujar peraih IPK 3,3 itu terharu.
Selain mengidolakan RA. Kartini yang menjadi pelopor emansipasi wanita dan mengangkat derajat wanita. “Mama juga idolaku, ia bisa segala hal, mama pinter berbisnis, pinter masak, sabar dan tegar mengahadapi serta meselesaikan masalah” lanjut anggota di Keagamaan Yayasan Cinderamata Aceh dan Serikat Agam Inong Aceh.
Della dengan semangat melantangkan suara mempromosikan wisata Aceh kepada seluruh juri dan seluruh warga Indonesia dengan berbahasa Inggris di atas panggung. Pada pukul 00.00 Wib, giliran pemenang diumumkan. Hati Della semakin tak karuan, Della tidak ingin mengecewakan mama dan warga Aceh.
Akhirnya Juri memilih Della sebagai Putri Citra Favorit 2011, “Saya terpilih menjadi putri citra favorit. Alhamdulillah, saya bisa menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa wanita Aceh yang berjilbab pantas untuk meraih prestasi,” kata dara ke-2 dari 3 bersaudara tersebut.
Demikian pengalaman yang paling berkesan dalam hidup Della, “Saya sangat bersyukur bisa ikut berpartisipasi dan mendapatkan banyak teman dari seluruh Indonesia,” sebut dara kelahiran Lhokseumawe, 13 April 1990 lalu.
Della juga nitip pesan buat Gaminong semua, raihlah prestasi setinggi mungkin, jangan pernah berputus asa dalam menjalankan sesuatu hal. Lebih baik, membanggakan daerah, bangsa dan Negara mu, tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslimah, belajar dan berbakti ada orangtua.
“Tetap percaya diri dan jangan lupa bagi wanita atau remaja Aceh, jaga selalu kepribadian dan auratmu, kelak itu akan beguna untukmu dikemudian hari,” pemilik motto ‘be your self’.
Saturday
Andi Kumala Jilbaber Cantik Presenter Berita TV One
kerudung news - Andi Kumala wanita berparas cantik yang merupakan salah seorang Presenter berita TV One yang kesehariannya berhijab serta saat tampil ditelevisi dalam membawakan berita. Andi yang dilahirkan pada tanggal 19 Juni 1984 meneruskan pendidikannya ke Universitas Indonesia tahun 2002, setelah sebelumnya menyelesaikan SMA nya di SMAN 2 Tinggimoncong Angkatan 4. Andi saat ini meniti karir di TV One sebagai jurnalis dan presenter pada program Kabar Pagi.
Wednesday
Jilbaber Cirebon 'Lady Biker' Penakluk Moge Ducati
hijab lifestyle - Ibu hijaber bernama lengkap Marissa Ulfah Indrawan merupakan lady biker motor gede atau yang lebih sering disebut moge ini berdomisili di wilayah Cirebon, seorang istri dari dari pemilik tim balap Garasi 345 di Kota Cirebon.
Perempuan berhijab ini pada awalnya dalam mengenal dunia otomotif pertama kali menunggangi motor matic Mio saat Ia duduk dibangku SMP namun setelah melihat Ducati Diavel Ia jatuh hati pada moge tersebut
Ditanya apakah menuggangi moge Ducati Diavel tidak berat baginya, Ia pun menjawab "Tiap lihat di TV, itu besar banget, apa bisa aku naikkinnya. Tapi ternyata bisa asal yakin,".
cari berjilbab ( E - dada )
Thursday
Lathifah, Model Jilbaber Cantik Tunarungu Peraih Beasiswa
Hijaber cantik bernama lengkap Siti Nur Lathifah sempat merasa minder karena menyandang tunarungu namun dengan penuh kerja keras, sampai akhirnya meraih beasiswa Bidikmisi. Berkat prestasinya, ia bisa bertemu langsung menteri dan presiden.
Sepintas, penampilan gadis setinggi 166 cm yang berkerudung itu tak berbeda dengan perempuan lainnya. Wajahnya terlihat tak kurang satu apa pun. Perbedaan baru terlihat ketika dia berbicara. Tidak hanya bibirnya yang bergerak, kedua tangannya pun ikut serta menerjemahkan tiap detail kata-katanya.
Mahasiswi Jurusan Seni Rupa di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu memang mengalami keterbatasan dalam pendengaran. Tetapi, keterbatasan fisik tersebut tak lantas membuat mahasiswi angkatan 2011 ini berhenti berprestasi.
Perempuan asal Semarang yang lahir dari pasangan Mulyono dan Munawaroh ini sangat menggemari dunia model. Dari dunia inilah ia banyak mendulang prestasi.
Ia sebenarnya lahir seperti bayi normal pada umumnya. Pendengarannya mengalami gangguan ketika berumur tujuh tahun. Dia mengalami kecelakaan ketika bermain sepeda.
"Akibatnya, saya tidak bisa mendengar," ujar Lathifah, panggilan akrab mahasiswi ini.
Saat kecil, Lathifah sering ditinggal orangtuanya untuk mencari nafkah. Bapaknya bekerja sebagai tukang bangunan, sementara ibunya menjadi buruh toko sablon. Praktis, ia bermain tanpa pengawasan.
Sejak kecelakaan dan akibatnya itu, Lathifah selalu berupaya menerima keterbatasan dirinya. Hanya saja, dia mengungkapkan, pernah pada suatu masa dirinya sangat merasa minder. Puncaknya terjadi ketika dia menginjak kelas X.
"Saya sangat minder, tidak percaya diri, karena sering diejek teman-teman yang normal,” tutur Lathifah.
Lantaran sering mendapat ejekan, Lathifah mengaku sempat marah dan kecewa kepada Tuhan. Tetapi, banyak orang di sekelilingnya yang menguatkan dan memotivasinya. Kepala sekolahnya pun sering mengajaknya mengikuti berbagai seminar motivasi.
Sampai akhirnya, sejak kelas XI, Lathifah lambat laun sadar dan bisa menerima keadaan. Dia tak lagi fokus pada keterbatasan dirinya, tetapi mulai menyibukkan diri dengan hobi, yaitu fesyen dan tata rias.
Lathifah mulai banyak mengikuti dan memenangi lomba-lomba. Satu demi satu prestasi diraihnya. Secara bertahap, kepercayaan dirinya bahkan kian menguat.
"Saya semakin mensyukuri anugerah Tuhan yang dititipkan kepada diri saya. Meskipun saya memiliki keterbatasan, tapi saya bisa berprestasi," tuturnya.
kompas.com
Wednesday
Developer Aplikasi Blackberry Berjilbab Manis
jilbab smart - Oktariani Nurul Pratiwi, demikian namanya. Gadis berjilbab manis yang berusia 25 tahun ini kuliah Strata 3 bidang Teknologi Informasi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Nurul, begitu pangilannya, sedang berkonsentrasi di bidang pengembangan aplikasi Smart Learning yang ditujukan untuk memaksimalkan kinerja guru Bimbingan dan Konseling, tenaga administrasi, dan manajemen sekolah.
Dalam mengimplementasikan project yang satu ini ITB akan menguji coba di beberapa kampus di Bandung dengan menggandeng Kemkominfo dan Bappeda.
Selain sebagai Developer Aplikasi, gadis yang berkanca mata ini juga suka akan menulis yang ia tuangkan di blog miliknya duapuluhtujuhoktober.blogspot
Dalam mengimplementasikan project yang satu ini ITB akan menguji coba di beberapa kampus di Bandung dengan menggandeng Kemkominfo dan Bappeda.
Selain sebagai Developer Aplikasi, gadis yang berkanca mata ini juga suka akan menulis yang ia tuangkan di blog miliknya duapuluhtujuhoktober.blogspot
Saturday
Lalita Gandaputri Reporter Berjilbab dari MetroTV
Pada tahun 2007, Lalita diterima di Stasiun MetroTV dan langsung diterjunkan di lapangan. Tetapi, Lalita menikmati saja dengan tugas pertama yang diberikan oleh MetroTV tersebut karena, Lalita termasuk orang adventurous. Pendidikan dan pengalaman berorganisasi merupakan modal bagi Lalita untuk berinteraksi dengan dengan masyarakat atau nara sumber dimana dia ditugaskan untuk liputa.
Sunday
AKP Fitrisia Kamila Jadi Kapolsek Perempuan Pertama di Langsa

Kapolsek cantik ini dilahirkan di Pekan Baru 8 Juli 1983 silam. Ia lulusan Akademi Polisi tahun 2005. Lulus pendidikan AKP Kamila ditugaskan pertama kali di Polres Banda Aceh, tahun 2010 hingga 2011 ia kemudian dipercayakan menjabat sebagai Kapolsek Darul Imarah di Aceh Besar yang masuk wilayah hukum Polrestas Banda Aceh.
Usai bertugas di sana ia kemudian dipindahtugaskan ke Polres Langsa sebagai Kasubbag Humas Bagian Operasi Polres Langsa. Penghujung tahun 2012 ini ia kemudian dipercayakan kembali sebagai Kapolsek Birem Bayeun. Ibu tiga anak ini bersuamikan seorang anggota TNI Kapten Boby Wijayanto.
“Langkah pertama adalah dengan lebih proaktif melakukan pertemuan dengan geuchik dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan demikian ia berharap dapat menciptakan suasana kemanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif.
polwan
Jilbab | Hijab | Tudung | Kerudung | Jelbab
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



























